GTM dan Diet Mama (1)
Anak-anak umur 1-2 tahun sering melakukan GTM, alias Gerakan Tutup Mulut. Nggak mau makan. Yang kerepotan tentu mamanya. Kalau nggak dikasih makan, tentunya anak akan kekurangan nutrisi, kurus dan sering-sering sakitan. Tapi setiap kali disuapkan sesendok nasi, mulut si kecil langsung menutup rapat. Kalaupun bisa masuk, langsung dikeluarkan lagi. Bagaimana dong ?
Tenang Mama, jangan panik.
Secara alamiah (dan logika saya), manusia punya kemampuan untuk bertahan hidup. Si Kecil nggak akan mati hanya karena nggak mau makan satu dua hari. Secara logika, memang anak akan minta makan dengan sendirinya, kalau dia merasa lapar. Hanya masalahnya, kalau dia sudah asyik dengan mainannya, dia akan lupa dengan rasa laparnya. Satu dua hari mungkin belum jadi masalah, tapi bagaimana kalau berlanjut sampai berhari-hari. Apalagi di usia 1-2 tahun adalah masa emas pertumbuhan otak anak. Kalau tidak didukung dengan asupan gizi yang tepat, tentu perkembangan otaknya tidak akan optimal.
Sekarang, coba anda bayangkan seandainya anda dalam posisi anak anda. Apa sih kira-kira yang membuat anak anda malas makan ?
1. Makanannya tidak enak. Sayuran memang bergizi, tapi belum tentu cocok di lidah si kecil loh.
2. Sedang tidak enak badan. Mungkin sedang tumbuh gigi atau sariawan. Ada kalanya anda juga malas makan karena badan tidak fit kan ?
3. Sedang sibuk. Kalau anda sedang asyik mengerjakan sesuatu, pernahkan anda lupa makan ? Ketika si kecil sibuk dengan mainan / TV, bisa jadi dia tidak mau konsentrasinya diganggu dengan makanan yang anda sodorkan.
4. Kenyang susu. Karena anak anda tidak mau makan, bisa jadi anda malah menawarkan susu atau makanan cair seperti Pedia****. Anak anda jadi kenyang, dan malah tambah tidak mau makan.
Bagaimana kalau anda mencoba menerapkan hal-hal di bawah ini ?
1. Bangun rutinitas makan. Idealnya makan memang dilakukan dengan duduk di kursi makan, tanpa TV, dan mainan. Tapi bisa jadi anak anda akan memberontak kalau tiba-tiba anda mendudukkannya di kursi makan ketika dia sedang asyik-asyiknya bermain. Jadi, bagaimana kalau makan dilakukan sesudah bangun tidur, sesudah mandi, atau sesudah jalan-jalan. Sedapat mungkin terapkan waktu makan yang sama setiap hari. Tidak harus tepat setiap jamnya, yang penting rutinitas makan anak anda terbangun. Misalnya, pagi hari sesudah bangun tidur, jalan-jalan sebentar di taman, lalu makan pagi. Setelah makan, mandi, lalu anak boleh bermain. Capai bermain, boleh minum susu, lalu tidur pagi. Bangun tidur, waktunya makan siang. Sehabis makan, bermain lagi. Bangun dari tidur siang, jalan-jalan sore, lalu makan malam.
2. Makan bersama dengan keluarga. Anda juga merasa kesepian kalau harus makan sendiri, dan akan lebih bersemangat kalau makan ramai-ramai, kan ? Jadi, kenapa tidak memberikan teman makan untuk anak anda ? Sarapan di pagi hari bisa dilakukan bersama papa dan kakak-kakaknya. Siang hari pun, usahakan anda makan bersama si Kecil. Kalau si kecil tidak mau membuka mulutnya, biarkan saja sebentar. Biarkan anak anda memperhatikan cara anda makan. Bisa jadi dia malah minta disuapi makanan dari piring anda. Oleh karena itu, usahakan anda juga tidak makan makanan yang terlalu berbumbu atau pedas.
3. Biarkan anak anda makan sendiri. Mungkin dia hanya ingin mencoba makan sendiri tanpa disuapi. Kalau begitu, berikan dia piring dan sendok yang tidak mudah pecah. Memang berantakan, tapi ingat mama, ini adalah salah satu proses belajar. Kalau anda tidak mau repot membersihkan, taruh selembar besar koran bekas di bawah kursinya, agar makanan yang tumpah dapat dirapikan dengan cepat.
4. Makanan tidak hanya nasi. Ya ya, saya tahu mayoritas orang Indonesia akan berkata belum makan kalau belum makan nasi. Tapi pada kenyataannya, sumber karbohidrat tidak hanya nasi, kan ? Ada roti, kentang, ubi, mie, spageti, makaroni. Jadi, be creative mom ! Kalau si kecil menolak nasi, biarkan saja dulu. Setengah jam berikutnya, anda bisa berikan roti isi keju, makaroni skotel, atau banana cake. Berhenti menyuapi kalau dia sudah tidak mau. Berikan saja pisang, apel, atau buah-buahan lainnya setengah jam kemudian. Boleh juga kalau anda berikan selingan sayuran kukus seperti wortel atau brokoli dengan saus keju. Anda tidak perlu memaksa si kecil makan, bisa-bisa malah dia trauma tidak mau membuka mulutnya.
